HIDUP CERIA
  • Home
  • About Us
  • Contact Us
  • Event
  • VIDEO
  • Facilitators
    • David Budi Wartono
    • Mita Sampepajung
    • Yolanda Dwi Kartikasari
  • Practitioners
    • David Budi Wartono
    • Mita Sampepajung
    • Yolanda Dwi Kartikasari
    • Fransiska Sutanto
    • Arum Sekarwangi Tunjungsari
    • Santi Kertadinata
    • Lineation Team
  • Jadwal Kelas
    • David Budi Wartono
    • Mita Sampepajung
    • Yolanda Dwi Kartikasari
  • Testimoni


Hai, teman-teman. Ketemu lagi sama aku, Joelia. Aku punya cerita seru nih. Ijinkan ku berbagi cerita dan cinta yaa! 😊😊


Hari ini adalah hari ke-30, merupakan hari terakhir challenge clearing jealousy.
Bagiku, ini adalah bagian dari my journey yang amazing. Ketika dr. Dave menginisiasi voice chat clearing challenge yang langsung terbersit dalam diriku adalah jealousy. 

Yang menakjubkan adalah memilih  dan melakukan challenge ini membawa perubahan pada seluruh diriku, layaknya kepingan-kepingan puzzle yang kemudian pas terekat. Aku merasakan bahwa setiap hal ada waktunya tersendiri, kesadaranku beriring manis bersama waktu. 

Perjalanan hidupku adalah kelas Access yang sesungguhnya, dan kunci dari tools Access adalah practice😊 
Sekalipun di masa pandemi ini aku memilih untuk tidak mengikuti event-event swap bersama teman-teman dan  memilih diam di rumah, namun aku melakukan swap dengan suami. Terjadwal rutin dan commit di setiap hari Sabtu pukul 14.00 wib/siang. 

Ujian terus mesra menghampiriku di setiap waktu, bahkan sesekali membuatku "tersungkur", namun lulus ujian adalah kado termanis menuju ujian berikutnya. Masih banyak kepingan puzzle yang belum kutemukan  atau  mungkin kuketahui tapi tak maui. 😯 

Di perjalanan clearing challenge jealousy ini, bukan hanya jealous yang terbuang. Perasaan jealous juga membuat aku ingin seperti "dia" (lalu eksesnya adalah judging terhadap diri sendiri, muncul kompetisi, dan bahkan menggunakan realita orang lain untukku). 

Bagian ajaibnya adalah itu semua hancur. Aku menjadi diri sendiri , this is my own journey yang sangat asiiiik. Satu lagi kepingan puzzle diriku yang ajaib adalah gratitude. Agustus 2020 yang lalu  dr Dave mengajak challenge menulis 10 syukur setiap hari, tidak boleh sama ucapan syukurnya, dan...?

Dan hari ini, setelah 9 bulan, aku masih terus bersyukur dan menuliskannya. Tak pernah terbayangkan bahwa sampai dengan hari ini aku telah menuliskan lebih dari  3600 (baca :  tiga ribu enam ratus😯😁)  rasa syukur yang tidak pernah sama.

Tercenung....
Terpesona....
Takjub....
Wooow!!!

Beribu syukur. Itu artinya Tuhan dan semesta menyediakan berlipat-lipat dari itu, maukah kita menyadarinya dan menerimanya? Secara tak sengaja beberapa hari lalu  aku sedang berdiskusi dengan kolega tentang suatu masalah pekerjaan yang tampaknya begitu pelik. 

Lalu aku bertanya : weip? What else is possible? 
Bersyukurlah  selalu dalam segala hal. Bagaimana aku bisa bersyukur? 
Apa kontribusi kepelikan ini yang create more buat diriku? 

Lalu berdiskusilah kami dan berceritalah aku tentang buku catatan gratitude. Lalu keajaiban terjadi lagi. Kolegaku itu adalah kolektor notes book dan karena merasa koleksi itu lebih berguna jika dibagikan kepada orang yang membutuhkan, maka dibagi-bagikanlah notes book itu, dan bagian ajaibnya adalah ada 1 notes book yang  dia rasakan nggak mau diberikan ke orang, setiap kali, selalu dan selalu muncul (ketika beberes) seperti menunggu untuk ditulisi. 

Dan..? 
Ternyata notes book itu menunggu ditulisi gratitude😍😍. Woww!!
Mulai hari itu dia menulis 10 ucapan syukur di notes book itu,  setiap hari. Dan notes book itu selalu dibawa kemanapun  dia pergi. Clearing challenge jealousy memperkaya rasa syukurku. 

Bersyukur menjadi diriku sendiri 
Bersyukur dalam pelukku 
Bersyukur dalam rinduku

Gratitude,
Joelia,
Bandung, 10 June 2021

Hai, namaku Lily Tasman. Panggil saja Lily, dan hari ini aku ingin berbagi sebuah kisah. Kisah perjalanan kehidupan yang telah membuka wawasan, ruang, dan kesadaranku sehingga membuat hidupku kini terasa lebih lapang/mudah, riang dan berkelimpahan. Dan perjalanan ini aku lalui bersama Access Consciousness! 

Yup, belajar di kelas-kelas yang ada di Access Consciousness itu, mengenal tools-nya yang beragam, berlatih dan terus memperdalam ilmunya itu, bikin aku space banget! 
Sangat bersyukur karena diberi kesempatan masih bertemu kehidupan! Iyalah, siapa coba yang tidak akan bersyukur karena kita masih hidup, ya kan? 

Etapi, ada loh, orang-orang yang tidak aware bahwa berkesempatan untuk tetap hidup itu adalah berkah! 
Aku sungguh bersyukur masih bisa giving and receiving napas kehidupan! Bahwa hidup itu indah banget, dan merupakan sebuah kesempatan. We can create so many things and anything we can create! 

Dulu..., mikirnya sih, kalau mati, suka takut, kuatir banget dengan yang aku tinggalkan di dunia ini. Gimana kehidupan anak-anakku nanti?   Sediiih banget! Sehingga aku pun sibuk menyiapkan (mendidik) anak-anak agar mandiri. Kalang kabut ga karuan demi menyiapkan mereka. 

Lalu bertemu Access Consciousness, yang telah mengubah sudut pandangku terhadap kehidupan, bahkan juga kematian. Sekarang ini, kalo harus bertemu kematian, yang ada di mindsetku adalah bahwa aku tetap ada, hanya saja sudah tidak berbody (walaupun kalo di imanku sih, akan kembali ke Bapa- ini hal lain lagi ya...). 

Jadi sekarang ini, selagi hidup, aku sih memandang ini sebagai suatu peluang yang sangat berharga, betapa sangat beruntungnya kita yang masih 'berbody' (embodiment) ini. Kehidupan sangat berarti, adalah peluang penting yang sudah seharusnya kita syukuri. Gratitude. 

Tuhan memberi kita kesempatan untuk tetap hidup, untuk tetap berkarya, mencipta. Sebagaimana DIA, yang menciptakan dan menggambar kita serupa dengan-Nya, maka sebenarnya destiny/keperuntukkan kita untuk hidup, ya adalah untuk mencipta/berkarya/co-creation. 

Ini sebuah perwahyuan sih, karena banyak orang yang mengaku bertuhan, tetapi tidak dapat menghargai kehidupan, baik kehidupan dirinya sendiri maupun kehidupan pada keseluruhannya. Ini sebetulnya hal umum dan sering juga dibicarakan di kotbah/ceramah-ceramah, tetapi gak banyak yang benar-benar memahami sampai ke dalam dan menjadi. Only know and doing Belum know doing n be.

Salam, 
Lily Tasman,
Bandung
IG. @lilytasmann


Halo, namaku Uwien. Hari ini aku ingin berbagi kisah. Kisah kebangkitanku, dari rasa yang selama ini menarikku untuk terus menyembunyikan kemampuanku, dan hanya tampil sebagai 'Uwien yang biasa saja". Yang emak tiga anak, istri dan ibu rumah tangga biasa saja. 

Dimulai dengan ikut kelas Bars yang difasilitasi oleh dokter David Budi Wartono.
Jangan dulu membayangkan bahwa aku mengikuti kelas ini dengan penuh semangat, loh, ya! Sembilan puluh persen, ya, 90% rasa kantuk menyergapku saat belajar Bars. Ngantuk, tuk, tuk! Ngeblank. Apalagi aku tuh ga pandai bahasa Inggris, otomatis banyak bengongnya donk! 

Sama sekali ga ngerti apa yang dibahas, terlebih Access Bars ini adalah sesuatu yang sangat sangat baru bagiku. Haduuuh! Gawat. Mau bertanya, tapi ragu dan MALU. Ntar kalo nanya dan pertanyaannya terkesan konyol, bisa dinilai lemot, deh! Padahal..., pertanyaan apapun di kelas-kelas Access, adalah hal yang lumrah dan tetap dihargai. Huuuh. 

Dan..., yang lebih parah lagi, selain rasa kantuk yang menyergap, aktivitasku yang lain di kelas saat itu adalah menyerap emosi peserta lainnya, sehingga ketika mereka sedang bercerita, aku pun dengan 'sempurna' menyerap emosi itu. Cerita sedih,  maka aku pun dengan sukses mewek. Cerita lucu, aku pun tergelak. Ya Allah.... Mengapa aku seperti ini?

Perjalanan panjang dan berliku pun dimulai. Tak mudah. Karena setiap ingin ikutan swap (bertukar energi dengan saling praktis Bars), aku pun terkendala oleh rasa malas dan ragu. Mau ikut kelas lainnya, apalagi? Ragu, malas, dan pertanyaan yang selalu mencegahku adalah, perlu enggak sih ikut kelas ini? Sisi lain diriku selalu "menyerang" dan bikin drama supaya gak ikut kelas. 

Padahal uangnya ada tapi eman-eman (sayang) buat ikut kelas. Terus pada akhirnya uang yang udah disiapin buat kelas malah habis buat foya-foya πŸ˜‚  Aku masih inget, ikut swap Bars beberapa kali selama 2 tahun itu, waktu mau clearing yang ditanyakan selalu sama. Gak sadar-sadar pula. Plaakk!  

As I acknowledged, mulai kerasa perubahanku adalah ketika ikut challenge IPOV (itu pun mau klik JOIN tuh ragu-ragu banget, maju-mundur cantik). Apa itu IPOV, TTTE gak ngerti apaan. 

Tapi akhirnya aku beranikan diri klik Join sambil merem), haha. 

Lebih kurang bulan lalu, aku jebol benteng pertama unawareness-ku dan semua keraguan menuju awareness dengan IPOV. Ah iya, IPOV ini adalah kepanjangan dari Interesting Poin of View. 
IPOVku saat itu adalah interesting point of view I have this POV bahwa aku selalu ragu-ragu saat belajar access/awareness.

"IPOV I have this IPOV aku malu bertanya karena pasti dianggap bego'. 

Oh God!  Itu aku bener-bener 'lahiran'. Thanks Dokter dan Miss Damma yang waktu itu "nge-bidan-in". 

Aku gempur tameng-tameng yang nge-block diri sendiri dengan IPOV sampe pusing-pusing, mual-mual, muntah-muntah. 

"IPOV I have IPOV aku males banget baca buku bahasa Inggris" 
"IPOV I have this IPOV gak ngerti sama clearing-clearing bahasa Inggris, aku gak bisa bahasa Inggris." "IPOV I have this IPOV aku pasti diketawain karena pelafalan bahasa Inggrisku yang gak bagus." 

dan maaasiiiih banyaaaak lagi IPOV-IPOV yang keluar dan berhasil aku buang. 

Yang paling besar "IPOV aku punya POV aku masih suka drama-drama kehidupan, suka jadi pemain sinetron, kalo nggak drama nggak nangis-nangis nggak asyik."

Hahaha ngakak deh kalo sekarang, kalo waktu itu nangis dan muntah-muntah sampe mata merah dan bengkak, udah kek zombie. 

Beberapa hari ikut IPOV, aku choose challenge 30 hari giving+receiving Bars tanpa putus. 
Swap sama anak gak cukup, aku butuh received dari orang lain. Jadi tiap hari bolak-balik ke klinik pake gojek. Ninggalin 3 anak di rumah sendiri. Bodo amat sama judgment tetangga (di-IPOV-in aja hehe). 

Dan berapa biaya PP kalo dihitung? Bisa buat beli beras 1 kwintal lebih. Tapi gak aku pikirin itu mah. Dari Challenge 30 hari Bars itu mulai kebuka satu-satu yang jadi limitasiku. Huhuhu. Nangis terharu.  Gratitude. Pengen pelukin satu-satu partner swap di klinik dan temen-temen Access Consciousness karena telah berkontribusi banyak ke aku. 

Tiga puluh hari kelar, ikut challenge apa lagi ya? Lalu memilih ikut kelas BP DEFG. Kemudian challenge diri sendiri giving receiving BP 30 hari. Baru jalan 2 mingguan, terjeda oleh mudik, nanti setelah lebaran mulai lagi challenge BP-nya) 

Setelah itu apa lagi ya? Pas banget dokter David lempar pertanyaan di grup, siapa yang mau challenge bla bla bla. Tanpa pikir panjang, aku challenge diri sendiri EJG (All of life comes to me with ease joy and glory). JAM 5 PAGI PULA! 

Challenging banget karena aku tidur jam 1 atau jam 2 bahkan sampe subuh setelah selesai nulis. Waktu itu pilih EJG jam 5 pagi alesannya aku sering bangun kesiangan. Kebiasaan sholat Subuh sering terlewat. (wah, ini IPOV juga ternyata. 'IPOV aku punya IPOV kalo bangun siang itu gak baik, bikin males sepanjang hari, gak bagus buat tubuh, rejekinya dipatok ayam") hahaha.  

Tapi ternyata setelah dijalani, perubahannya lebih dari yang aku bayangkan. Pagi hari jauh lebih fresh & semangat, produktif nulis, kerjaan lancar, badan lebih sehat & bugar meskipun tidur dini hari. Terus ikut challenge-challenge dari teman-teman lainnya. 

Makin kebuka banyak hal termasuk MENERIMA DIRI SENDIRI, menerima ability, mengakui potensi. Sejauh ini, aku mengakui perubahanku, aku happy dan bangga sama effort-ku. Bye aku yang dulu. 

Bye bye Uwien yang pendiam banget, pemurung, jarang senyum. 
Bye-bye Uwien yang pundungan, yang cengeng dikit-dikit nangis. 
Bye-bye Uwien yang ketergantungan sama paracetamol. 
Bye-bye Uwien yang menolak dikagumi orang. 

Selanjutnya apa ya? What else is possible? How does it get any better than this? 
I am so grateful to be part of this beautiful vibe! Thank you, Access Consciousness. 

Salam,
Uwien.
Reach me here.
Blog dan IG



Santi Kertadinata
Praktisi Access Consciousness Indonesia

Halo, nama saya Santi. 
Saya praktisi Bars yang tinggal di Bogor. Menarik dan bersyukur sekali saya mengenal Access Consciousness. Sebuah modalitas yang telah membantu saya dengan begitu mudah dalam mengenal, menggali potensi dan memberdayakan diri. 

Access Bars sebagai core dari Access Consciousness dapat mendelete sampah mental tanpa curhat panjang lebar, cukup disentuh, dan sesudahnya kepala tuh enteng banget. Sesimpel itu, hasilnya?
Wow, luar biasa! 

Dulu sebelum mengenal Access, emosi, perasaan dan pikiran sering berubah. Dari yang happy kemudian sedih nggak jelas. Sebelum mengenal Access, saya mengklaim kalau apa yang dirasakan itu milik saya. Pengen banget membebaskan diri dari emosi dan mood swing yang kadang menggangu ini. Tapi gimana caranya?? 

Ah, jawabannya ternyata di sini! Access Consciousness. Yup! 
Diawali dengan mengikuti kelas Access Bars dan bergabung ke dalam komunitas Access yang digagas oleh dr. David, sudut pandang saya mulai banyak berubah. Disini saya mendapatkan pengetahuan baru bahwa hampir 90% pikiran kita bukanlah milik kita. 

Perasaan, emosi dan pikiran yang meloncat-loncat itu sebenarnya kita sadari dan bukan kita serap, lho. Seorang empath bukanlah seperti spon yang menyerap emosi orang lain, apalagi menyerap sampah mental orang lain. 

Kita hanya menyadarinya. Dan bila itu semua bukan milik kita, dengan tools dari Access perasaan, emosi dan pikiran itu kita kembalikan kepada pemiliknya dengan tambahan kesadaran. Emosi saya pun kembali stabil lagi. 

Seperti sepenggal pengalaman yang pernah saya alami, suatu ketika saya sedang sarapan pagi, tiba-tiba rasa sedih muncul, nyaris menangis. Eh, kan, ada tools dari Access, dengan bertanya "who does this belong to?" 

Begitu dicek sedih yang saya rasakan rupanya bukan milik saya dan rasa sedih itu saya kembalikan kepada pengirimnya dengan tambahan kesadaran. Hantaran energi halus keluar dari tubuh. Ajaib, nggak pake lama rasa sedih itu hilang. Nggak kebayang deh kalau saya nggak pakai tool-nya, saya bisa terpengaruh emosi tersebut yang bisa membuat hidup nggak ceria sepanjang hari. 

Sejak kecil saya peka terhadap energi dari emosi orang lain. Ketika orang disekitar sedang marah walaupun tampak dari luar terkesan biasa saja, rasanya itu nggak nyaman dan bisa membuat saya uring-uringan. 

Saya sempat meminta ke Universe kalau saya nggak mau kemampuan ini (membaca pikiran dan perasaan orang lain) karena mengganggu. Nah, di Access inilah saya mulai mengenal diri bahwa itu adalah salah satu potensi. Dengan tools dari Access saya belajar bagaimana diri kita untuk tidak terpengaruh dengan kondisi dari luar. 

Memilih bahagia tanpa syarat dan kondisi dari luar dan menjadi diri sejati kita. Disini saya bertemu teman-teman dalam berbagai profesi yang sama 'anehnya' hahaha dan senang sekali bisa saling berkonstribusi satu sama lain. 

Ada satu pengalaman lagi yang bisa saya bagikan disini. Suatu ketika HP saya sering error, sedangkan saya memerlukan HP untuk mobilitas dan berkreasi di media sosial. Ketika melirik saldo tabungan belum cukup untuk membeli HP baru, saya ask ke universe perlu hp. 

Tak terpikir HP merek apa, belinya kapan. Meminta ke Universe HP yang berkontribusi dan bisa lebih berkarya lagi. Nggak lama kemudian, saudara saya menghadiahi sebuah HP. Senang dan bersyukur jadi satu. Ah, hidup ini indah dan penuh dnegan berbagai possibilitas, asalkan kita mau menyadari, menerima dan mengijinkannya untuk terbuka. 

Terimakasih kepada dr. Dave sudah begitu banyak memfasilitas kami. 
Terimakasih dan bersyukur bertemu dengan kalian teman-teman dalam perjalanan hidup ini.

Salam,
Santi Kertadinatas.
Reach me at my Instagram account; @santi.access


Halo, temans! 

Aku ingin berbagi cerita tentang uang! 
Yang kejadiannya baru banget nih. 
Jadi tuh, beberapa hari lalu, aku menerima uang (dengan ease/mudahnya) sejumlah IDR. 3.060.000,- (angka yang unik ini punya story tersendiri. Hehe. 

Jumlahnya gede apa kecil? Ini mah relatif ya? 
Dan intinya bukanlah soal jumlahnya, tapi bagaimana to receive the money, maka dia akan bener-bener datang ke kita! 

Gary Douglas (the founder of Access Consciousness) berkata, "Money isn't the problem, You are!" 

Ini keren dan tepat banget! 
Dulu aku hanya "tau" kalimat itu, berulang-ulang membacanya, bahkan hapal, tapi didn't get it! 
Dan...? 
Ya ampun, sekarang aku bukan sekedar "tau", tapi..., telah dibuatnya TAKJUB! 

Bagaimana kubisa menerima uang itu? 
Begini CERITA-nya! 

Mengikuti IPOV challenge 100 days yang diinisiasi oleh Dr. Dave membawa banyak perubahan dalam kehidupanku, dalam banyak sisi yang kusebut sebagai "kepingan-kepingan puzzle", dan bahkan secara keseluruhan. Juga memilih untuk bergabung dalam clearing challenge "show me the money" yang di-create oleh Pak Rahmad Barus adalah juga "sesuatu" banget. 😯 

Aku baru bergabung pada hari kesekian belas, karena sebelumnya pada jam-jam pagi hari aku ada "seremoni" terkait yoga (breathing exersice, dll). Yap, semuanya ada waktunya.... 

Kemarin tema IPOV-nya adalah: "Sudut pandang apa tentang semua penghakiman yang berkaitan tentang uang dan saya yang sudah tidak berfungsi lagi untuk saya?" Di awal sesi , semua IPOV yang dr. Dave sampaikan itu banyak banget yang milikku ("tertangkap" oleh dr Dave😊) 

Banjir IPOV dan aku "pop up" bahwa ternyata aku melimitasi diri untuk menerima uang dengan ease, melimitasi possibilities sumber uang dan melimitasi diriku untuk "receiving money". Punya segudang penghakiman dan POV tentang uang, bahwa uang itu gak bisa didapat dengan ease. 

Aku baru menyadari bahwa ternyata aku melimitasi diriku tentang uang dalam berbagai wujud, bahwa uang hanya bisa diperoleh dari pekerjaan/bekerja, bahwa uang gak bisa diperoleh dengan "gratis" (baca: ease) , bahwa uang adalah aset utama (padahal aset utama itu kan diriku sebagai infinite being😁) 

Proses "ujian" tentang money ini buatku sangat panjang dan finally kemarin berhasil terbuang! 
Di sisi lain .... Bergabung dalam clearing challenge show me the money selalu menggelitik membarui awareness tentang bagaimana jika kamu bersedia kehilangan semua dan mendapatkan semua? 

Ini dalaaaam dan nunjeb banget!! Merelakan semua dan melepaskan semua (termasuk uang) dan mendapatkan semua. 

How come? 

Itulah yang terjadi padaku. Ketika aku bersedia, maka bagian selanjutnya adalah karya semesta yang membuatku terpana😯😯. 
How does it get any better than that? 

Aku bersedia menerima uang dari manapun dengan mudah /ease. Aku bersedia menjadi apapun. Aku mau menerima keajaiban hari ini. 

Who am I today?
What grand and glorious adventure I have today? 

Ini adalah 'mantra' dari Dokter Dave yang setiap bangun tidur - pagi hari rutin aku ucapkan. 
Dan...? 

Dan terjadilah! 
Uang datang padaku dengan mudah, riang dan mulia. GratitudeπŸ™ 

Bagiku, perjalanan hidupku adalah "kelas" Acces Consciousness yang sesungguhnya. 
Kelas adalah penting, swab juga penting, challenge pun penting, dan practise ... ini juga penting. Practice adalah "koentji"😁 

Mau terima uang Rp. 3.060.000 setiap hari? 
Mau terima uang lebih dari Rp. 3.060.000 setiap hari? 
Mau menerima uang sebanyak- banyaknya setiap hari? 
Buang limitasi diri! G 'menghampirinya' dengan mudah dan ajaib!



ℍ𝕒𝕝𝕠, π•Šπ•’π•™π•’π•“π•’π•₯ β„‚π•–π•£π•šπ•’,

Selamat datang (kembali) di halaman kami! Pasti sedang penasaran tentang Body Process, ya? Sering mendengar istilah Body Process dan Access Consciousness, tapi bingung itu maksudnya apaan? Gitu, yak?

Well, tentang Access Consciousness, kalian bisa langsung baca ulasannya pada artikel ini, deh, Apa itu Access Consciousness, dan tentang Body Process, kita langsung bahas di sini, ok?

𝔸𝕑𝕒 π•šπ•₯𝕦 𝔹𝕠𝕕π•ͺ ℙ𝕣𝕠𝕔𝕖𝕀𝕀?

Yup, langsung ke topik bahasannya, Body Process atau sering juga disebut BP di dalam Access Consciousness adalah suatu teknik kelola tubuh melalui sentuhan telapak tangan pada bagian tertentu tubuh (sesuai dengan kebutuhan si tubuh itu sendiri), dan meminta energi tertentu untuk aktif pada bagian tersebut. Teknik ini diciptakan oleh Gary Douglas dan dr. Dain Heer, sang founder dan co-founder of Access Consciousness. 

Proses ini memfasilitasi tubuh untuk kembali pada fungsi awalnya, yang mana sejalan dengan proses perbaikan dan peremajaan tubuh itu sendiri. Adapun energi-energi yang diaktifkan ini adalah energi alamiah yang diciptakan dan dimiliki oleh tubuh itu sendiri dan memiliki akses dari dan kemana pun di semesta ini. 

β„π•–π•π•’π•€π•š π•ͺπ•’π•Ÿπ•˜ π•“π•’π•˜π•’π•šπ•žπ•’π•Ÿπ•’ π•€π•šπ•™ π•ͺπ•’π•Ÿπ•˜ π•œπ•’π•žπ•¦ π•žπ•šπ•π•šπ•œπ•š π••π•–π•Ÿπ•˜π•’π•Ÿ π•₯π•¦π•“π•¦π•™π•žπ•¦?

Gimana jika proses ini bisa menuntun kesadaran kreatif tubuhmu dan membuka kapasitas alamiah tubuh untuk memperbaiki dan menyembuhkan tubuh itu sendiri?

π”Ύπ•šπ•žπ•’π•Ÿπ•’ π•€π•šπ•™ π•‘π•£π• π•€π•–π•€π•Ÿπ•ͺ𝕒 𝔹𝕠𝕕π•ͺ ℙ𝕣𝕠𝕔𝕖𝕀𝕀 π•šπ•₯𝕦?

Nah, kepo kan? Jadi tuh, selama sesi Body Process itu, klien diminta untuk berbaring dalam posisi yang rileks dan nyaman. Praktisi akan meletakkan tangannya pada area tertentu tubuhnya dan mengaktifkan energi sesuai dengan jenis body process yang sedang dijalankan. 

Body Process
Sesi Body Process

Sesinya biasanya berlangsung dalam keadaan tenang tanpa komunikasi. Praktisi akan mengikuti energi apa yang dibutuhkan tubuh klien, dan memfasilitasi klien untuk membuka kunci, mengenali, dan mengarahkan kesadaran kreatif yang mereka miliki tentang tubuh mereka. 

Klien akan diminta untuk rileks, total menerima tanpa perlu menganalisa apalagi menolak, tidak juga mengharapkan hasil, dan tidak menciptakan definisi dan atau kesimpulan bagaimana sesi Body Process itu. 

Klien akan menerima dengan lebih baik jika tidak memiliki sudut pandang atau harapan atau pun kesimpulan tentang apa yang akan atau tidak akan diubah oleh sesi.

Misalnya, jika memiliki harapan kepastian tentang apa yang mereka harapkan terjadi, mereka tidak akan mampu atau tidak mau mendapatkan perubahan apa pun yang muncul. Intinya, orang itu akan menolak menerima sesuatu yang berbeda atau bahkan lebih besar dari yang mereka bayangkan. 

Biasanya apa yang muncul akan selalu terlihat berbeda dari yang kamu bayangkan. Ikhlas adalah kata kunci yang dilatih dalam Body Process. Setiap Body Process akan menjadi pengalaman yang berbeda karena tubuhmu berbeda setiap waktu, setiap saat. 

Adalah hal biasa bagi orang-orang untuk mengalami sensasi yang serupa tetapi tidak terbatas. Merasakan kesemutan, kehangatan, ringan atau berat pada anggota tubuh, kelapangan dalam berfikir dan tubuh, rasa damai dan tenang, gelombang energi listrik, melihat warna atau gambar, bahkan memiliki ingatan tertentu yang muncul kembali, adalah sensasi-sensasi yang bisa saja muncul saat klien sedang menjalani sesi Body Process. 

Ada yang menerima sesi Body Process ini dalam kondisi mental yang rileks atau tidur sementara yang lain mungkin memiliki pikiran yang lebih aktif atau tidak merasa apa apa. Ketika membatalkan trauma khususnya, beberapa orang bahkan mungkin mengalami sensasi tidak nyaman ketika tubuh bekerja. 

Pada saat menerima sesi Bars dan atau Body Proses tugasmu sebagai penerima adalah rileks, menerima sesi itu dengan kemudahan total tanpa melakukan perlawanan, pertanyaan dan keinginan untuk memimpin sesi. 

Setiap orang akan merasakan atau menunjukkan respons uniknya sendiri untuk benar-benar berfungsi. Tidak ada benar atau salah, baik atau buruk, atau makna signifikan yang melekat pada apa yang dialami atau tidak dialami. 

Rasakan dan sadari sendiri dengan tubuhmu bahwa tubuhmu tahu persis bagaimana cara, memproses dan menerima energi. Praktisi tidak memiliki kendali dan tidak ada yang dapat memaksa kamu untuk menerima atau mengubah apa pun. 

Praktisi ada di sana untuk memfasilitasi, mendengarkan, mengikuti energi dan mengundang kamu dan tubuhmu untuk kemungkinan yang berbeda. Hanya kamu dan tubuhmu yang membuat pilihan untuk bersedia atau tidak bersedia pada undangan itu. 

Mengetahui hal itu, harus membiarkan pikiranmu rileks dan melepaskan kendali saat tubuhmu menerimanya. Bagaimana bisa lebih mudah dari itu? 

𝔻𝕒𝕑𝕒π•₯π•œπ•’π•™ π•’π•Ÿπ•’π•œ π•žπ•–π•Ÿπ•–π•£π•šπ•žπ•’ π•€π•–π•€π•š 𝔹𝕠𝕕π•ͺ ℙ𝕣𝕠𝕔𝕖𝕀𝕀?

Boleh, bahkan semua makhluk hidup menerima proses ini. Manusia dari segala usia, hewan dan bahkan tumbuhan dapat mengambil manfaat dari penyembuhan energi ini. 

Access mengakui bahwa anak-anak datang ke dunia ini dengan kesadaran penuh dan lebih banyak kesadaran daripada yang kita berikan pada mereka. Proses-proses ini dapat memungkinkan setiap anak untuk lebih mudah secara sosial, meningkatkan kebiasaan belajar mereka, tidur, kemampuan mengatasi, mengelola stres dengan lebih baik, meningkatkan kekebalan mereka terhadap penyakit dan mengembangkan hubungan yang lebih dalam dengan tubuh mereka. Anak-anak sering lebih respon dan membuat perubahan lebih cepat daripada orang dewasa 

𝔹𝕖𝕣𝕒𝕑𝕒 π•“π•’π•Ÿπ•ͺπ•’π•œ π•žπ•–π•Ÿπ•–π•£π•šπ•žπ•’ π•€π•–π•€π•š 𝔹𝕠𝕕π•ͺ ℙ𝕣𝕠𝕔𝕔𝕖𝕀𝕀?

Satu sesi saja akan menciptakan manfaat tetapi semakin banyak kamu menerima Body Process, semakin responsif tubuhmu, semakin happy body-mu dan semakin dinamis hasilnya. Semuanya terserah kamu dan tergantung pada apa yang kamu cari. Seberapa besar kemudahan, perubahan, dan kebahagiaan yang kamu inginkan untuk hidup dan tubuhmu? Sebanyak mungkin atau sedikit? 

Beberapa orang senang melakukan serangkaian 3, 5 atau 10 sesi lebih dekat bersama untuk bekerja pada kondisi tertentu atau untuk mempengaruhi perubahan lebih cepat. Access mengajak anda untuk melakukan challenge 30 hari receiving setiap kali anda belajar tentang hal baru di kelas acess, baik itu bars, facelift atau BP.   

π”Έπ•‘π•’π•œπ•’π•™ π”Έπ•Ÿπ••π•’ π•₯π•–π•£π•¦π•Ÿπ••π•’π•Ÿπ•˜ π•¦π•Ÿπ•₯π•¦π•œ π•žπ•–π•Ÿπ•˜π•šπ•œπ•¦π•₯π•š π•œπ•–π•π•’π•€ 𝔸𝕔𝕔𝕖𝕀 𝔹𝕠𝕕π•ͺ 𝕑𝕣𝕠𝕔𝕖𝕀𝕀?

Access consciousness telah menemukan lebih dari 50 energi Body Prosess. Energi yang dapat memfasilitasi tubuh untuk berubah dan bermetamorfosis. Masing masing dari proses yang dinamis ini dapat dilakukan sebagai energi sentuhan tangan yang mengundang tubuh untuk memulai menyembuhan dan menciptakan diri nya sendiri. Apa yang kamu dan tubuhmu pilih? 

Bagaimana bila memiliki sebuah perwujudan tubuh adalah tentang Bahagia dengan tubuh itu sendiri; kemudahan, riang ceria dan keberlimpahan? Kelas Access Body Proses adalah sebuah undangan untuk menjadi berkemudahan, lebih nyaman dan lebih poten dan lebih happy dengan tubuh mu sendiri. Bagaimana bila tubuhmu adalah sebuah kompas atau penunjuk arah menuju rahasia, misteri dan keajaiban dari hidup itu sendiri? 

Yuk, ikuti kelas-kelas access body proses yang kini telah tersedia di seluruh dunia dan difasilitasi oleh fasilitator berijin dari Access Consciousness. Untuk di Indonesia sendiri, telah banyak loh fasilitator yang bisa memfasilitasi kamu untuk bisa menjadi salah satu praktisi Body Process ini. Atau ingin merasakan terlebih dahulu pengalaman di-body process-in? Bisa cek di sini untuk melihat di mana saja praktisi yang bisa kamu hubungi, ok?

Atau ingin lihat siapa aja fasilitator (yang bergabung di Hidup Ceria Platform) yang bisa kamu hubungi? Cek di sini, deh!


ℍ𝕒𝕝𝕠, π•Šπ•’π•™π•’π•“π•’π•₯ β„‚π•–π•£π•šπ•’!

Selamat datang kembali di rumah hangat Hidup Ceria. 

Tahun 2020 baru saja berlalu, dan 2021 telah kita mulai.  Gimana, nih? Pada semangat kan untuk menjalani lembaran demi lembaran kehidupan di tahun kerbau ini? 😊 Walau tak bisa kita pungkiri, bahwa tahun 2020 adalah tahun berat yang membuat kita tertatih, namun memposisikan diri untuk tetap berfungsi dari rasa syukur adalah hal yang sudah seharusnya kita lakukan, sepakat? 

Iya, donk. Kita harus bersyukur (Gratitude) karena mampu melewati tahun 2020 dengan napas kehidupan yang masih berlangsung baik. Seluruh anggota tubuh masih bisa bergerak sempurna. akal pikiran masih mampu mencerna dan berfikir dengan cemerlang dan bijaksana. Apalagi yang hendak kita keluhkan? 

Masalah keuangan yang jadi morat-marit karena serangan virus corona ini? Ah, bukan kita saja kok yang keok finansialnya, melainkan seluruh dunia merasakan dampaknya. Tak heran kan jika WHO pada Maret 2020 telah mengumumkan bahwa Covid-19 ini sebagai PANDEMI GLOBAL, di mana dampaknya menyeluruh menimpa masyarakat seluruh dunia. So, no need to complain, donk? Mending mencari cara agar kita bisa keluar sebagai pemenang melawan si Covid ini kan? 

Yup. Memang tak mudah. Namun dengan optimisme tinggi dan kepercayaan diri bahwa kita akan mampu meminimalisir dampak dari sergapan pandemi ini, tentu akan menjadi modal utama yang akan sangat mendukung kita untuk bangkit. Setuju? πŸ‘Œ

Mungkin akan banyak yang membantah ungkapan di atas, ya? 

"Ah, ngomong memang gampang, menerapkannya ini yang susah! Gimana mau percaya diri coba? Masalah finansial yang morat-marit ini bikin stress, tau?"

Atau...,

"Gimana mau percaya diri coba? Ini gue terancam PHK, loh! Perusahaan tempat gue kerja udah terancam tutup!" 

Atau berbagai rasa 'berat' lainnya akibat gonjang-ganjing perekonomian sebagai dampak dari pandemi ini. 

Yess, kalian tidak salah kok dengan ungkapan itu. Siapa yang tak cemas dengan situasi yang seperti ini. Siapa yang tak kalut memikirkan asap dapur yang terancam padam. No more ngepul!

Wajar, kok. Namun..., tahukah kamu bahwa membiarkan rasa panik, kuatir yang berkepanjangan, justru akan mengundang rasa-rasa negatif lainnya tertarik mendekat?

π•Šπ•’π••π•Ÿπ•–π•€π•€ 𝕒π•₯π•₯𝕣𝕒𝕔π•₯𝕀 π•€π•’π••π•Ÿπ•–π•€π•€. π”Έπ•Ÿπ•©π•šπ•–π•₯π•ͺ 𝕒π•₯π•₯𝕣𝕒𝕔π•₯𝕀 π”Έπ•Ÿπ•©π•šπ•–π•₯π•ͺ π•’π•Ÿπ•• 𝕠π•₯𝕙𝕖𝕣 π•Ÿπ•–π•˜π•’π•₯π•šπ•§π•šπ•₯π•ͺ.

Beneran, loh. Kesedihan akan mengundang kesedihan, kecemasan akan menarik kecemasan menjadi kian pekat. Karena apa yang kita fokuskan, maka itulah yang akan berkembang, membesar! 

So, daripada kita fokus pada kekuatiran yang berkepanjangan, kegundahan yang tak berkesudahan, kekalutan yang kian menggulung, mending kita coba fokuskan pikiran pada solusi apa yang bisa kita ciptakan dalam meminimalisir dampak dari pandemi ini. Ya, enggak, Sahabat Ceria? 

"Emang bisa? Emang bisa kita cari solusi dengan kepala yang penat dan kepenuhan ini? Emang bisa kita berpikir jernih dengan kepala yang mumet seperti ini? Stress banget, tau?"

Hehe. Pasti pada pengen ngomong gitu, ya? Siapa yang ga stress menghadapi situasi yang seperti ini. Wajar kok kalo kita jadi stress. Namun ingat, bahwa stress akan menarik stress semakin mengental! Satu-satunya cara adalah istirahat dulu sebentar, bernapas dengan tenang. BREATH. 

Inhale.... exhale. Seimbangkan pernapasan. Atur dan nikmati tarikan dan hembusannya, agar kepala tenang. Jangan fokus pada kesusahan, karena what you focus on will expand. Apa yang kita fokuskan maka itulah yang akan mengembang, membesar. Jadi.. fokus dulu pada pernapasanmu. Atur napasmu, nikmati giving and receiving udara yang keluar masuk dari saluran pernapasanmu, deh! Cobain, deh!

Etapi..., tau kah kamu bahwa sesungguhnya ada satu cara jitu yang akan sukses membantumu jadi rileks dan mampu berpikir jernih kembali?

Yess. Run Your Bars! Jalani sesi Bars! 


Tau kah kamu bahwa menikmati sesi bars akan sangat membantu dalam mengurai stress? Membantu men-defrag 'file-2' yang berantakan dan bahkan mungkin sebagian besar sudah tak berguna lagi di dalam kehidupan kita? 

Bars, akan memfasilitasi kamu dalam meningkatkan kesadaran atau awareness dan membuang seluruh sampah emosi negatif yang menjebak kita dalam sebuah penghakiman, dan mencegah kita melihat kemungkinan-kemungkinan untuk masa depan yang lebih baik. 

Dengan menerima sesi bars secara bersungguh-sungguh, dan menikmatinya dengan asyik, akan memberikanmu banyak manfaat, baik dalam membuka peluang-peluang positif, wawasan berpikir menjadi semakin luas, dan juga bikin tenang dalam menjalani kehidupan, apalagi di masa pandemi ini. 

𝕋𝕖𝕣𝕦𝕀 π•žπ•’π•¦ π•žπ•–π•Ÿπ•šπ•œπ•žπ•’π•₯π•š 𝕓𝕒𝕣𝕀 π••π•š π•žπ•’π•Ÿπ•’?

Kamu tinggal klik tombol di bawah ini dan bikin janji untuk mendapatkan sesi bars-mu, oke? 

 
π•‹π•–π•žπ•¦π•š π”½π•’π•€π•šπ•π•šπ•₯𝕒π•₯𝕠𝕣/β„™π•£π•’π•œπ•₯π•šπ•€π•š π•‚π•’π•žπ•š

Well, π•Šπ•’π•™π•’π•“π•’π•₯ β„‚π•–π•£π•šπ•’, sampai bertemu di artikel berikutnya, ya!

Salam,
π•‹π•šπ•ž π•Šπ•’π•™π•’π•“π•’π•₯ β„‚π•–π•£π•šπ•’
Newer Posts Older Posts Home

Search This Blog

ABOUT ME

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

  • Talk to The Entities - Hayo, Siapa yang Berminat Gabung?
  • Apakah Kamu/Anakmu/Pasanganmu Mengidap Depresi Tersembunyi? Kenali Gejalanya, yuk, sebelum hal buruk terjadi.
  • Kelas Body Process - Series for All Issues about Money

Categories

  • bars 5
  • Blog 11
  • Body Process 5
  • event 3
  • facilitator 1
  • Info 3
  • jadwal 2
  • kelas 5
  • location 1
  • mitasampepajung 1
  • Testimoni 7
  • tools 1
  • welcome 1
Powered by Blogger.

Breathwork (Olah Napas)

Blog Archive

  • ▼  2022 (5)
    • ▼  July (2)
      • Breathwork (Olah Napas)
      • Apakah Kamu/Anakmu/Pasanganmu Mengidap Depresi Ter...
    • ►  June (1)
    • ►  February (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2021 (16)
    • ►  December (2)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (2)
    • ►  July (1)
    • ►  June (4)
    • ►  May (3)
    • ►  March (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2020 (14)
    • ►  November (4)
    • ►  October (1)
    • ►  September (6)
    • ►  August (3)

Popular

  • Talk to The Entities - Hayo, Siapa yang Berminat Gabung?
    Talk to The Entities - Hayo, Siapa yang Berminat Gabung?
     Hello, Sahabat Ceria! Apa yang terlintas di pikiran kalian membaca judul di atas? Iya, Talk To the Entities, alias berkomunikasi dengan par...
  • Testimoni Lily Tasman Tentang Kelas Talk to The Entities
    Testimoni Lily Tasman Tentang Kelas Talk to The Entities
    Testimoni Lily Tasman untuk HidupCeria tentang Kelas Talk To the Entities. Halo, Sahabat Ceria! Semoga pada sehat dan tetap semangat dalam ...
  • WELCOME!
    WELCOME!
    ℍ𝕒𝕝𝕠, π•Šπ•’π•™π•’π•“π•’π•₯ β„‚π•–π•£π•šπ•’. π•Šπ•–π•π•’π•žπ•’π•₯ 𝕕𝕒π•₯π•’π•Ÿπ•˜ π••π•š π•£π•¦π•žπ•’π•™ π•œπ•’π•žπ•š! 𝕃𝕠𝕙, π•œπ• π•œ π•₯π•–π•£π•π•šπ•™π•’π•₯ π•“π•šπ•Ÿπ•˜π•¦π•Ÿπ•˜?...

Oddthemes

Copyright © HIDUP CERIA. Designed by OddThemes